Integral Ganda
Integral tentu satu variabel $\int_a^b f(x)\,dx$ menghitung luas di bawah kurva. Integral ganda $\iint_D f(x,y)\,dA$ menggeneralisasi konsep ini ke dua dimensi: menjumlahkan nilai fungsi $f$ di atas seluruh daerah $D$ di bidang $xy$. Hasilnya bisa berupa volume (jika $f > 0$), massa (jika $f$ adalah densitas), atau kuantitas fisik lainnya. Kunci perhitungan adalah Teorema Fubini: integral ganda dapat dipecah menjadi dua integral bertingkat, yang kita hitung satu per satu. Bab ini juga memperkenalkan integral ganda dalam koordinat polar — esensial ketika daerah integrasi berbentuk lingkaran atau sektor — dan berbagai aplikasi penting dalam teknik.
21.1 Motivasi: Volume di Bawah Permukaan
Dalam Bab 6, kita mendefinisikan integral tentu $\int_a^b f(x)\,dx$ sebagai luas daerah di bawah kurva $y = f(x)$ melalui limit penjumlahan Riemann. Integral ganda muncul dari pertanyaan analog dalam tiga dimensi: berapa volume benda padat yang dibatasi oleh permukaan $z = f(x,y)$ dan bidang $xy$?
21.2 Jumlahan Riemann Ganda dan Definisi Integral
Biarkan $D \subseteq \mathbb{R}^2$ daerah tertutup terbatas. Partisi $P$ dari $D$ membagi $D$ menjadi $n$ subdaerah kecil $D_1, D_2, \ldots, D_n$ dengan luas $\Delta A_1, \Delta A_2, \ldots, \Delta A_n$. Pilih titik sampel $(x_i^*, y_i^*) \in D_i$.
Jumlahan Riemann ganda:
Integral ganda dari $f$ atas $D$:
di mana $\|P\| = \max\{\text{diameter } D_i\}$ adalah norma partisi (ukuran subdaerah terbesar).
Jika $f$ kontinu pada daerah tertutup terbatas $D$, maka $\iint_D f\,dA$ ada (jumlahan Riemann konvergen ke nilai yang sama untuk setiap pilihan partisi dan titik sampel).
Syarat lebih lemah: $f$ terbatas dan himpunan titik ketidakberlanjutannya memiliki "luas nol" (misalnya berupa kurva atau himpunan titik terhitung).
21.3 Integral Ganda atas Persegi Panjang
Kasus paling sederhana: $D = [a,b] \times [c,d]$ adalah persegi panjang.
Jika $f$ kontinu pada $R = [a,b] \times [c,d]$, maka:
Integral ganda = integral bertingkat (iterated integral). Urutan integrasi boleh ditukar.
$\int_a^b \int_c^d f(x,y)\,dy\,dx$: baca dari luar ke dalam. Pertama, integralkan terhadap $y$ (dari $c$ sampai $d$), hasilnya adalah fungsi dari $x$ saja. Kemudian integralkan terhadap $x$ (dari $a$ sampai $b$). Selama integrasi dalam, variabel lain diperlakukan sebagai konstan — sama seperti turunan parsial, tapi dalam konteks integrasi.
$\iint_R (x^2 + y^2)\,dA$ dengan $R = [0,1] \times [0,2]$:
Integrasikan terhadap $y$ dulu:
Verifikasi dengan urutan terbalik:
21.4 Integral Ganda atas Daerah Umum
Dalam praktik, daerah integrasi jarang berupa persegi panjang. Ada dua tipe utama daerah umum.
Tipe I (dibatasi atas-bawah oleh fungsi $y$):
Tipe II (dibatasi kiri-kanan oleh fungsi $x$):
$\iint_D xy\,dA$ dengan $D$ dibatasi oleh $y = x^2$ dan $y = x$.
Titik potong: $x^2 = x \implies x = 0$ atau $x = 1$. Daerah: $0 \leq x \leq 1$, $x^2 \leq y \leq x$.
21.5 Pertukaran Urutan Integrasi
Sering kali, suatu urutan integrasi menghasilkan integral yang sulit atau mustahil dihitung secara analitik, sedangkan urutan lainnya mudah. Pertukaran urutan integrasi adalah keterampilan kritis.
Jika $f$ kontinu pada $D$, maka:
asalkan kedua representasi mendeskripsikan daerah $D$ yang sama.
- Gambar daerah $D$ dari batas-batas integral asli.
- Identifikasi ulang daerah dalam tipe lain (Tipe I → Tipe II atau sebaliknya).
- Tulis ulang integral dengan urutan dan batas baru.
Langkah 1 (menggambar) adalah yang paling penting — kesalahan paling umum adalah menukar batas tanpa memahami geometri daerah.
Tukar urutan: $\int_0^1\!\int_{x^2}^1 f(x,y)\,dy\,dx$.
Analisis daerah asli: $0 \leq x \leq 1$, $x^2 \leq y \leq 1$. Ini adalah daerah antara $y = x^2$ (parabola) dan $y = 1$ (garis horizontal).
Sebagai Tipe II: $y$ berkisar dari $0$ sampai $1$. Untuk setiap $y$, $x$ berkisar dari kurva $x = \sqrt{y}$ (sisi kanan parabola) sampai $x = 1$.
Verifikasi: di $y = 0$, batas $x$ dari $0$ ke $1$ (titik bawah parabola). Di $y = 1$, batas $x$ dari $1$ ke $1$ (titik tunggal). Konsisten. ✓
Hitung $\int_0^1\!\int_y^1 e^{x^2}\,dx\,dy$.
Masalah: $\int e^{x^2}\,dx$ tidak memiliki antiturunan elementer — integral asli tidak bisa dihitung langsung!
Solusi: tukar urutan. Daerah: $0 \leq y \leq 1$, $y \leq x \leq 1$ (segitiga di bawah $y = x$). Sebagai Tipe I: $0 \leq x \leq 1$, $0 \leq y \leq x$.
Sekarang substitusi $u = x^2$, $du = 2x\,dx$:
Tukar urutan: $\int_0^2\!\int_{x/2}^{1} f(x,y)\,dy\,dx + \int_2^3\!\int_{x/2}^{3-x} f(x,y)\,dy\,dx$.
Daerah terdiri dari dua bagian: (1) trapesium $0 \leq x \leq 2$, $x/2 \leq y \leq 1$; (2) segitiga $2 \leq x \leq 3$, $x/2 \leq y \leq 3-x$.
Gabungkan sebagai Tipe II: $y$ dari $0$ sampai $1$. Batas kiri: $x = 2y$. Batas kanan: untuk $y \leq 1/2$, $x = 3 - y$ (dari garis $x + y = 3$); tapi perlu diperiksa: di $y = 0$, $x$ dari $0$ sampai $3$; di $y = 1$, $x$ dari $2$ sampai $2$.
Dua integral bertingkat yang terpisah disatukan menjadi satu — pertukaran urutan menyederhanakan masalah secara dramatis. ✓
21.6 Sifat-Sifat Integral Ganda
Untuk $f$, $g$ terintegrabel pada $D$ dan $c$ konstan:
Additivitas atas daerah: jika $D = D_1 \cup D_2$ dengan $D_1 \cap D_2$ memiliki luas nol:
21.7 Integral Ganda dalam Koordinat Polar
Ketika daerah integrasi berbentuk lingkaran, sektor, cincin, atau memiliki simetri radial, koordinat polar sering kali jauh lebih sederhana daripada koordinat kartesian.
Faktor $r$ dalam $dA$ adalah Jacobian transformasi — ia muncul karena "luas elemen" dalam koordinat polar bukan $dr\,d\theta$ melainkan $r\,dr\,d\theta$ (elemen berbentuk baji yang luasnya bergantung pada jari-jari).
di mana $D$ dalam polar: $\alpha \leq \theta \leq \beta$, $h_1(\theta) \leq r \leq h_2(\theta)$.
Jangan lupa faktor $r$! Ini adalah kesalahan paling umum.
$\iint_D e^{x^2+y^2}\,dA$ dengan $D = \{(x,y) : x^2 + y^2 \leq 4\}$.
Dalam polar: $0 \leq \theta \leq 2\pi$, $0 \leq r \leq 2$. $x^2 + y^2 = r^2$.
Integral dalam: substitusi $u = r^2$, $du = 2r\,dr$:
Catatan: integral ini mustahil dihitung dalam koordinat kartesian karena $\int e^{x^2}\,dx$ tidak elementer — koordinat polar mengubahnya menjadi integral mudah.
$\iint_D \frac{1}{x^2+y^2}\,dA$ dengan $D = \{(x,y) : 1 \leq x^2+y^2 \leq 4\}$.
Polar: $0 \leq \theta \leq 2\pi$, $1 \leq r \leq 2$.
Volume di bawah $z = 4 - x^2 - y^2$ dan di atas sektor $0 \leq \theta \leq \pi/2$ dari lingkaran $r \leq 2$.
21.8 Perubahan Variabel pada Integral Ganda: Teori Jacobian
Pada Bagian 21.7, kita menggunakan koordinat polar dan menuliskan $dA = r\,dr\,d\theta$ tanpa penjelasan mendalam tentang asal-usul faktor $r$. Faktor ini bukan kebetulan — ia adalah kasus khusus dari Jacobian, sebuah objek aljabar yang mengukur bagaimana suatu transformasi koordinat "meregangkan" atau "memampatkan" elemen luas. Bagian ini membangun teori tersebut secara umum.
Jika $T$ adalah transformasi $C^1$ dari bidang $(u,v)$ ke bidang $(x,y)$:
maka matriks Jacobian dari $T$ adalah:
Determinan Jacobian:
Perhatikan persegi kecil berukuran $\Delta u \times \Delta v$ di bidang $(u,v)$ dengan sudut kiri bawah di $(u_0, v_0)$. Keempat sudutnya memetakan ke bidang $(x,y)$ melalui $T$. Untuk $\Delta u$ dan $\Delta v$ kecil, bayangan persegi ini mendekati jajar genjang dengan vektor sisi:
Luas jajar genjang = besar cross product (di 2D, ini setara dengan determinan matriks yang dibentuk oleh dua vektor sisi):
Jadi $\det J$ adalah faktor perbesaran luasan lokal: luas elemen di bidang $(x,y)$ sama dengan $|\det J|$ kali luas elemen di bidang $(u,v)$. Tanda $\det J$ menunjukkan apakah orientasi dipertahankan ($\det J > 0$) atau dibalik ($\det J < 0$). $\quad\blacksquare$
Transformasi polar: $x = r\cos\theta$, $y = r\sin\theta$. Matriks Jacobian:
Jadi $dA = |\det J|\,dr\,d\theta = r\,dr\,d\theta$. Faktor $r$ muncul secara alami dari perhitungan determinan — bukan dari "hukum fisika" atau hafalan. $\quad\blacksquare$
Jika $T: (u,v) \mapsto (x,y)$ adalah transformasi satu-ke-satu dan $C^1$ dari daerah $D^*$ ke $D$, dengan $\det J \neq 0$ di interior $D^*$, maka untuk setiap $f$ yang terintegrabel pada $D$:
Prosedur: (1) Tentukan transformasi $T$ dan daerah baru $D^*$, (2) hitung $\det J$, (3) nyatakan $f$ dan $dA$ dalam variabel baru, (4) integrasikan atas $D^*$.
Hitung $\iint_D (x+y)\,dA$ dengan $D$ dibatasi $x+y \leq 1$, $x \geq 0$, $y \geq 0$.
Transformasi: $u = x+y$, $v = x-y$. Maka $x = \frac{u+v}{2}$, $y = \frac{u-v}{2}$.
Daerah $D^*$: $0 \leq u \leq 1$, $-u \leq v \leq u$ (karena $x \geq 0 \Rightarrow u+v \geq 0$ dan $y \geq 0 \Rightarrow u-v \geq 0$).
Verifikasi dengan kartesian: $\int_0^1\!\int_0^{1-x}(x+y)\,dy\,dx = \int_0^1[x(1-x) + \frac{(1-x)^2}{2}]\,dx = \frac{1}{3}$. ✓ ✓
Hitung $\iint_D e^{(x-y)/(x+y)}\,dA$ dengan $D$ = interior segitiga $(0,0)$, $(2,0)$, $(0,2)$.
Integrand rumit, tapi dengan $u = x+y$, $v = x-y$ menjadi sederhana: eksponen = $e^{v/u}$. Daerah $D^*$: $0 \leq u \leq 2$, $-u \leq v \leq u$.
Transformasi mengubah integral yang mustahil secara kartesian menjadi integral elementer. Ini adalah kekuatan sesungguhnya dari teori Jacobian. ✓
- Satu-ke-satu: $T$ harus bijektif pada domain (setiap titik di $D$ memiliki tepat satu preimage di $D^*$). Jika tidak, bisa terjadi penghitungan ganda atau terlewat.
- $\det J \neq 0$: menjamin bahwa transformasi tidak "meruntuhkan" dimensi (misalnya, memetakan daerah 2D ke kurva 1D).
- $C^1$: turunan parsial kontinu menjamin Jacobian bervariasi halus sehingga aproksimasi jajar genjang akurat.
- Nilai mutlak: kita selalu menggunakan $|\det J|$, bukan $\det J$, karena luas selalu positif. Tanda $\det J$ memberikan informasi orientasi, bukan besaran luasan.
21.9 Aplikasi: Luas Daerah
Jika $f(x,y) = 1$, maka $\iint_D 1\,dA$ = luas daerah $D$.
Dalam koordinat polar:
Luas daerah $D$ dibatasi $y = 2x$ dan $y = x^2$.
Titik potong: $x^2 = 2x \implies x = 0, 2$.
Ini sama dengan integral satu variabel $\int_0^2(2x - x^2)\,dx$ — integral ganda menyederhanakan menjadi integral biasa saat $f = 1$.
Luas satu daun mawar $r = \sin 2\theta$ (untuk $0 \leq \theta \leq \pi/2$).
21.10 Aplikasi: Volume di Bawah Permukaan
Volume dibatasi oleh $z = x^2 + y^2$ (paraboloid) dan $z = 8 - x^2 - y^2$ (paraboloid terbalik).
Perpotongan: $x^2 + y^2 = 8 - x^2 - y^2 \implies x^2 + y^2 = 4$ (lingkaran $r = 2$).
Tinggi di titik $(x,y)$: $h = (8 - x^2 - y^2) - (x^2 + y^2) = 8 - 2(x^2+y^2) = 8 - 2r^2$.
Volume di bawah $z = xy$ dan di atas daerah segitiga dengan vertices $(0,0)$, $(1,0)$, $(1,1)$.
Daerah: $0 \leq x \leq 1$, $0 \leq y \leq x$.
21.11 Aplikasi: Massa, Momen, dan Pusat Massa
Jika $D$ adalah pelat tipis dengan densitas permukaan $\rho(x,y)$ (massa per luas), maka integral ganda menghitung berbagai kuantitas fisik.
Massa total:
Momen terhadap sumbu:
Pusat massa $(\bar{x}, \bar{y})$:
Momen inersia:
Jika $\rho$ konstan, maka pusat massanya sama dengan sentroid (pusat geometri) daerah: $\bar{x} = \frac{1}{A}\iint_D x\,dA$, $\bar{y} = \frac{1}{A}\iint_D y\,dA$. Densitas konstan sering diasumsikan dalam perhitungan sederhana. Dalam praktik teknik, densitas bisa bergantung pada posisi (misalnya pelat yang menebal di satu sisi, atau distribusi tekanan tidak seragam).
Pelat segitiga dengan vertices $(0,0)$, $(a,0)$, $(0,b)$ dan densitas konstan $\rho$.
Massa: $M = \rho \cdot \frac{ab}{2}$.
Demikian pula $\bar{y} = b/3$. Pusat massa segitiga berada di $(a/3, b/3)$ dari titik siku-siku — sesuai dengan rumus sentroid segitiga yang sudah dikenal. ✓
Cakram berjari-jari $R$ dengan densitas konstan $\rho$. $I_0$ terhadap pusat:
Karena $M = \rho\pi R^2$, didapat $I_0 = \frac{1}{2}MR^2$ — rumus momen inersia cakram yang terkenal dalam mekanika. ✓
Pelat persegi $[0,1] \times [0,1]$ dengan $\rho(x,y) = x + y$. Hitung massa dan pusat massa.
Pusat massa sedikit bergeser dari $(1/2, 1/2)$ ke $(7/12, 7/12)$ karena densitas lebih besar di dekat sudut $(1,1)$.
21.12 Densitas Permukaan Rata-rata
di mana $A(D) = \iint_D dA$ adalah luas daerah $D$. Ini adalah generalisasi dari $\frac{1}{b-a}\int_a^b f(x)\,dx$.
Suhu pelat lingkaran $x^2 + y^2 \leq R^2$ adalah $T(x,y) = T_0 + k(x^2 + y^2)$. Suhu rata-rata:
Suhu rata-rata = suhu di pusat + setengah dari kenaikan suhu di tepi. ✓
21.13 Integral Ganda Tak Wajar
Sama seperti integral tentu satu variabel bisa "tak wajar" (batas tak hingga atau integrand tidak terbatas), integral ganda juga bisa tak wajar.
Tipe 1 — Daerah tak terbatas: $D$ tidak terbatas (misalnya seluruh $\mathbb{R}^2$, kuadran pertama, di luar lingkaran).
Tipe 2 — Integrand tidak terbatas: $f$ tidak terbatas di sekitar titik atau kurva dalam $D$.
Integral tak wajar konvergen jika limit ada (finite), divergen jika tidak.
$I = \iint_{\mathbb{R}^2} e^{-(x^2+y^2)}\,dA$. Gunakan koordinat polar dengan $R \to \infty$:
Tapi $I = \left(\int_{-\infty}^{\infty} e^{-x^2}\,dx\right)^2$, sehingga:
Ini adalah integral Gauss — salah satu hasil paling terkenal dalam matematika, muncul di mana-mana dari teori probabilitas (distribusi normal) sampai fisika kuantum. Integral ganda dalam koordinat polar memberikan bukti paling elegan. ✓
$\iint_D \frac{1}{x^2+y^2}\,dA$ dengan $D = \{(x,y) : x^2+y^2 \geq 1\}$ (di luar lingkaran satuan).
$\ln r \to \infty$ saat $r \to \infty$, jadi integral ini divergen. ✓
Dalam satu variabel, $\int_1^{\infty} \frac{1}{x^p}\,dx$ konvergen untuk $p > 1$. Dalam dua variabel, $\iint_{x^2+y^2 \geq 1} \frac{1}{(x^2+y^2)^{p/2}}\,dA = 2\pi\int_1^{\infty} r^{1-p}\,dr$ konvergen untuk $p > 2$ (bukan $p > 1$!). Secara umum, di $\mathbb{R}^n$, integral radial $\int r^{n-1-p}\,dr$ konvergen untuk $p > n$. Ini menunjukkan bahwa integral tak wajar menjadi "lebih sulit konvergen" seiring dimensi bertambah.
21.14 Ringkasan: Rumus-Rumus Kunci Bab 21
| Kuantitas | Rumus |
|---|---|
| Fubini (persegi panjang) | $\int_a^b\!\int_c^d f\,dy\,dx = \int_c^d\!\int_a^b f\,dx\,dy$ |
| Tipe I | $\int_a^b\!\int_{g_1(x)}^{g_2(x)} f\,dy\,dx$ |
| Tipe II | $\int_c^d\!\int_{h_1(y)}^{h_2(y)} f\,dx\,dy$ |
| Koordinat polar | $\int_{\alpha}^{\beta}\!\int_{h_1}^{h_2} f(r\cos\theta,r\sin\theta)\,r\,dr\,d\theta$ |
| Jacobian polar | $dA = r\,dr\,d\theta$ |
| Luas daerah | $A = \iint_D dA$ |
| Massa pelat | $M = \iint_D \rho\,dA$ |
| Pusat massa | $\bar{x} = M_y/M$, $\bar{y} = M_x/M$ |
| Momen inersia pusat | $I_0 = \iint_D (x^2+y^2)\rho\,dA$ |
| Nilai rata-rata | $f_{\text{avg}} = \frac{1}{A(D)}\iint_D f\,dA$ |
| Integral Gauss | $\int_{-\infty}^{\infty} e^{-x^2}\,dx = \sqrt{\pi}$ |
Integral ganda menjumlahkan $f$ di atas daerah 2D. Bab 22 memperluas ke integral tiga $\iiint_E f(x,y,z)\,dV$ — menjumlahkan $f$ di atas daerah 3D (volume). Semua konsep di sini generalisasi langsung: Fubini menjadi tiga integral bertingkat, koordinat polar menjadi koordinat silinder dan bola (dengan Jacobian $r$ dan $\rho^2\sin\varphi$), dan aplikasi massa/momen menjadi tiga dimensi. Faktor Jacobian adalah satu-satunya "kejutan" — pastikan untuk mengingat $r$ dalam silinder dan $\rho^2\sin\varphi$ dalam bola.
- Hitung $\iint_R (x^2y + y^2x)\,dA$ dengan $R = [-1,2] \times [0,1]$ dengan kedua urutan integrasi. Verifikasi hasilnya sama.
- Hitung $\iint_D (x + y)\,dA$ dengan $D$ dibatasi oleh $y = x^2$ dan $y = 2x$.
- Tukar urutan integrasi: $\int_0^1\!\int_{\sqrt{y}}^{1} \frac{\sin x}{x}\,dx\,dy$. Kemudian hitung nilainya.
- Tukar urutan: $\int_0^1\!\int_{\arctan x}^{\pi/4} f(x,y)\,dy\,dx + \int_1^{\infty}\!\int_{\arctan x}^{\pi/2} f(x,y)\,dy\,dx$.
- Hitung $\iint_D \sqrt{x^2+y^2}\,dA$ dengan $D$ adalah cincin $1 \leq x^2+y^2 \leq 4$.
- Hitung $\iint_D e^{-x^2-y^2}\,dA$ dengan $D$ = kuadran pertama $x \geq 0$, $y \geq 0$, $x^2+y^2 \leq 9$.
- Temukan volume benda yang dibatasi oleh paraboloid $z = 4 - x^2 - y^2$ dan bidang $z = 0$.
- Pelat setengah lingkaran $x^2 + y^2 \leq a^2$, $y \geq 0$ memiliki densitas $\rho(x,y) = ky$. Hitung massa dan pusat massanya.
- Hitung momen inersia $I_x$ dan $I_y$ untuk pelat persegi $[0,a] \times [0,b]$ dengan densitas konstan $\rho$. Tunjukkan $I_0 = I_x + I_y = \frac{\rho ab(a^2+b^2)}{12} = \frac{M(a^2+b^2)}{12}$.
- Tantangan: Tunjukkan bahwa $\int_0^{\infty} e^{-x^2}\cos(2bx)\,dx = \frac{\sqrt{\pi}}{2}e^{-b^2}$ dengan mengevaluasi $\iint_{\mathbb{R}^2} e^{-(x^2+y^2)}\cos(2bx)\,dA$ dalam koordinat polar setelah substitusi yang tepat. Petunjuk: gunakan $e^{-(x^2+y^2)}\cos(2bx) = \text{Re}[e^{-x^2-2ibx}\cdot e^{-y^2}]$ dan lengkapi kuadrat.