Barisan
Teori deret tak hingga dibangun di atas fondasi teori barisan. Bab ini memperkenalkan konsep barisan sebagai fungsi dari bilangan asli ke bilangan real, mendefinisikan limit barisan secara formal, membahas barisan monoton terbatas, serta menelaah barisan-barisan khusus yang menjadi bahan baku bagi seluruh teori deret di bab-bab selanjutnya.
9.1 Definisi Barisan
Barisan adalah objek matematika paling sederhana yang melibatkan konsep "tak hingga" — sebuah daftar teratur yang tidak berakhir. Meskipun sederhana, teori barisan menyediakan fondasi bagi seluruh analisis deret dan, pada akhirnya, bagi deret Taylor yang menjadi alat utama insinyur.
Sebuah barisan (sequence) adalah fungsi yang memetakan bilangan asli $\mathbb{N} = \{1, 2, 3, \ldots\}$ (atau terkadang $\{0, 1, 2, \ldots\}$) ke dalam bilangan real $\mathbb{R}$. Jika kita menotasikan fungsi ini sebagai $a \colon \mathbb{N} \to \mathbb{R}$, maka kita menulis suku-sukunya sebagai $a_1, a_2, a_3, \ldots$ dan barisan tersebut dilambangkan:
Di mana $a_n = a(n)$ disebut suku ke-$n$ (the $n$-th term) dari barisan.
9.1.1 Cara Mendefinisikan Barisan
Ada tiga cara utama untuk mendefinisikan suatu barisan:
| Cara | Deskripsi | Contoh |
|---|---|---|
| Rumus eksplisit | Suku ke-$n$ dinyatakan langsung sebagai fungsi tertutup dari $n$ | $a_n = \dfrac{n}{n+1}$, sehingga $\{a_n\} = \left\{\dfrac{1}{2}, \dfrac{2}{3}, \dfrac{3}{4}, \ldots\right\}$ |
| Rekursif | Suku ke-$n$ dinyatakan melalui satu atau beberapa suku sebelumnya | $a_1 = 1$, $a_{n+1} = 2a_n + 1$ |
| Deskriptif | Didefinisikan melalui deskripsi verbal dari aturan pembentukannya | "Barisan digit desimal dari $\pi = 3, 1, 4, 1, 5, 9, \ldots$" |
Barisan $1, 4, 9, 16, 25, \ldots$ (bilangan kuadrat sempurna) dapat didefinisikan dengan tiga cara:
- Eksplisit: $a_n = n^2$
- Rekursif: $a_1 = 1$, $a_{n+1} = a_n + 2n + 1$ (karena $(n+1)^2 = n^2 + 2n + 1$)
- Deskriptif: "Barisan kuadrat dari bilangan asli berturut-turut"
Ketiga cara ini menghasilkan barisan yang identik. Namun, tidak selalu mudah untuk beralih dari satu representasi ke representasi lain. Misalnya, barisan Fibonacci didefinisikan secara rekursif, tetapi rumus eksplisitnya (rumus Binet, lihat Bagian 9.5.3) sama sekali tidak obvious.
9.1.2 Representasi Grafis
Barisan $\{a_n\}$ dapat divisualisasikan sebagai titik-titik $(n, a_n)$ pada bidang $xy$. Berikut beberapa contoh penting:
9.1.3 Barisan Terbatas
Barisan $\{a_n\}$ dikatakan terbatas (bounded) jika terdapat $M > 0$ sehingga $|a_n| \leq M$ untuk semua $n \in \mathbb{N}$. Secara ekuivalen, $\{a_n\}$ terbatas jika terdapat $m, M \in \mathbb{R}$ dengan $m \leq a_n \leq M$ untuk semua $n$.
(a) $a_n = \sin n$: Terbatas, karena $|\sin n| \leq 1$ untuk semua $n$. Ambil $M = 1$.
(b) $a_n = \dfrac{n}{n+1}$: Terbatas, karena $0 < a_n < 1$ untuk semua $n$. Ambil $M = 1$.
(c) $a_n = n^2$: Tidak terbatas, karena untuk setiap $M > 0$, pilih $n > \sqrt{M}$, maka $a_n = n^2 > M$.
(d) $a_n = \dfrac{(-1)^n \cdot n}{n+1}$: Tidak terbatas. Meskipun penyebutnya mirip contoh (b), nilai mutlaknya $\dfrac{n}{n+1} \to 1$, jadi sebenarnya barisan ini terbatas dengan $M = 1$. Ini menunjukkan bahwa tanda bolak-balik tidak otomatis membuat barisan tak terbatas.
(e) $a_n = (-1)^n \cdot n$: Tidak terbatas, karena $|a_n| = n$ yang dapat dibuat sebesar semaunya.
9.2 Limit Barisan
Konsep limit barisan menjawab pertanyaan fundamental: "ke mana barisan ini menuju ketika $n$ makin besar?" Ini adalah perumuman natural dari limit fungsi yang sudah dipelajari di Bab 2, tetapi dengan domain yang diskrit ($\mathbb{N}$) bukan kontinu ($\mathbb{R}$).
Barisan $\{a_n\}$ dikatakan konvergen ke bilangan real $L$, ditulis
jika untuk setiap $\varepsilon > 0$ terdapat bilangan asli $N$ (bergantung pada $\varepsilon$) sehingga:
Jika tidak ada $L$ yang memenuhi kondisi ini, barisan dikatakan divergen.
Definisi ini mengatakan: seberapa sempit pun "lingkaran toleransi" $\varepsilon$ yang Anda berikan di sekitar $L$, Anda selalu dapat menemukan sebuah "posisi start" $N$ sehingga semua suku dari posisi itu ke depan berada di dalam lingkaran tersebut. Angka $N$ boleh sangat besar — yang penting adalah ia ada.
Perhatikan urutan kuantifier: "untuk setiap $\varepsilon > 0$, terdapat $N$..." Urutan ini tidak bisa dibalik. Anda tidak boleh memilih $N$ dulu lalu mencari $\varepsilon$.
Buktikan $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{1}{n} = 0$
Diketahui: $a_n = \dfrac{1}{n}$, $L = 0$. Harus ditunjukkan: untuk setiap $\varepsilon > 0$, terdapat $N$ sehingga $n \geq N \implies \left|\dfrac{1}{n} - 0\right| < \varepsilon$.
Bukti:
Pilih $N = \left\lceil \dfrac{1}{\varepsilon} \right\rceil + 1$ (bagian bulat atas ditambah 1, sehingga $N > 1/\varepsilon$). Maka untuk setiap $n \geq N$:
Buktikan $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{n}{n+1} = 1$
Bukti: Untuk $\varepsilon > 0$ yang diberikan:
Cukup pilih $\dfrac{1}{n} < \varepsilon$, yaitu $n > \dfrac{1}{\varepsilon}$. Ambil $N = \left\lceil \dfrac{1}{\varepsilon} \right\rceil + 1$. Maka untuk $n \geq N$:
Buktikan bahwa untuk $|r| < 1$: $\displaystyle\lim_{n\to\infty} r^n = 0$.
Bukti: Misalkan $\varepsilon > 0$ diberikan. Karena $|r| < 1$, kita punya $1/|r| > 1$, sehingga $\ln(1/|r|) > 0$. Maka:
Perhatikan bahwa $\ln|r| < 0$ (karena $0 < |r| < 1$), sehingga $\ln \varepsilon / \ln|r|$ bisa bernilai negatif jika $\varepsilon > 1$. Dalam kasus itu, kita bisa langsung ambil $N = 1$ karena $|r|^n < 1 \leq \varepsilon$ sudah terpenuhi untuk semua $n$.
Secara umum, ambil $N = \max\!\left(1,\ \left\lceil \dfrac{\ln \varepsilon}{\ln |r|} \right\rceil + 1\right)$. Maka untuk $n \geq N$:
Catatan: Bukti ini mengasumsikan $\varepsilon < 1$. Untuk $\varepsilon \geq 1$, pernyataan $|r|^n < \varepsilon$ terpenuhi secara trivial untuk semua $n$ karena $|r|^n \leq |r| < 1 \leq \varepsilon$. $\blacksquare$
Buktikan $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{1}{n^2} = 0$.
Bukti: Untuk $\varepsilon > 0$:
Ambil $N = \left\lceil \dfrac{1}{\sqrt{\varepsilon}} \right\rceil + 1$. Maka untuk $n \geq N$:
Teknik berguna: Sering kali lebih mudah menemukan batas atas sederhana. Misalnya, untuk $n \geq 1$, kita punya $\dfrac{1}{n^2} \leq \dfrac{1}{n}$. Jadi kita bisa juga memilih $N = \lceil 1/\varepsilon \rceil + 1$ saja — ini memberikan $N$ yang lebih besar dari perlu, tapi tetap valid. Dalam bukti $\varepsilon$-$N$, kita tidak perlu menemukan $N$ terkecil; yang penting adalah $N$ ada.
Buktikan bahwa jika $a_n = c$ untuk semua $n$ (barisan konstan), maka $\displaystyle\lim_{n\to\infty} a_n = c$.
Bukti: Untuk setiap $\varepsilon > 0$, pilih $N = 1$ (bilangan asli apa pun juga bisa). Maka untuk semua $n \geq 1$:
Ini menunjukkan bahwa barisan konstan selalu konvergen ke nilai konstantanya sendiri — sebuah fakta trivial tapi penting sebagai dasar bagi teorema aljabar limit.
9.2.1 Kekhawatiran Limit
Jika $\{a_n\}$ konvergen, maka limitnya unik. Dengan kata lain, jika $\lim a_n = L_1$ dan $\lim a_n = L_2$, maka $L_1 = L_2$.
Secara intuitif jelas bahwa barisan tidak bisa "menuju ke dua tempat sekaligus." Tapi dalam matematika, setiap klaim harus dibuktikan dari aksioma. Bukti singkatnya: jika $L_1 \neq L_2$, ambil $\varepsilon = |L_1 - L_2|/2 > 0$. Maka untuk $n$ cukup besar, $a_n$ harus berada di dalam lingkaran berjari-jari $\varepsilon$ di sekitar $L_1$ dan di sekitar $L_2$ — yang mustahil karena kedua lingkaran tidak beririsan.
9.3 Teorema Limit Barisan
Teorema-teorema berikut memungkinkan kita menghitung limit barisan tanpa selalu kembali ke definisi $\varepsilon$-$N$.
Jika $\displaystyle\lim_{n\to\infty} a_n = A$ dan $\displaystyle\lim_{n\to\infty} b_n = B$, maka:
- $\displaystyle\lim_{n\to\infty} (a_n \pm b_n) = A \pm B$
- $\displaystyle\lim_{n\to\infty} (c \cdot a_n) = c \cdot A$ untuk setiap konstanta $c \in \mathbb{R}$
- $\displaystyle\lim_{n\to\infty} (a_n \cdot b_n) = A \cdot B$
- $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{a_n}{b_n} = \frac{A}{B}$, asalkan $B \neq 0$ dan $b_n \neq 0$ untuk semua $n$ cukup besar
Hitung $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{3n^2 - n + 1}{5n^2 + 2n}$.
Penyelesaian: Teknik standar untuk barisan rasional adalah membagi pembilang dan penyebut dengan pangkat tertinggi dari $n$ yang muncul:
Sekarang gunakan sifat aljabar limit. Karena $\lim \frac{1}{n} = 0$ dan $\lim \frac{1}{n^2} = 0$:
(a) $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{2n^3 + 7n}{n^3 - 4} = \lim_{n\to\infty} \frac{2 + \frac{7}{n^2}}{1 - \frac{4}{n^3}} = \frac{2 + 0}{1 - 0} = 2$
(b) $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{n+1}{n^2 + 3} = \lim_{n\to\infty} \frac{\frac{1}{n} + \frac{1}{n^2}}{1 + \frac{3}{n^2}} = \frac{0 + 0}{1 + 0} = 0$
Aturan praktis: Jika derajat pembilang $<$ derajat penyebut, limitnya $0$. Jika derajatnya sama, limitnya = rasio koefisien tertinggi. Jika derajat pembilang $>$ derajat penyebut, limitnya $\pm\infty$ (divergen).
(c) $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{n^2 - 1}{n + 2}$: Derajat pembilang (2) $>$ derajat penyebut (1), sehingga limitnya $= +\infty$ (divergen). Secara formal:
Hitung $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \left(\sqrt{n+1} - \sqrt{n}\right)$.
Penyelesaian: Ini berbentuk $\infty - \infty$, jadi kita rasionalisasi:
Sekarang hitung limitnya:
Interpretasi fisik: Selisih antara $\sqrt{n+1}$ dan $\sqrt{n}$ menyusut menuju nol seiring $n$ bertambah — konsisten dengan fakta bahwa turunan $\sqrt{x}$ yaitu $\frac{1}{2\sqrt{x}}$ menuju $0$ saat $x \to \infty$.
Jika $a_n \leq b_n \leq c_n$ untuk semua $n \geq n_0$ dan $\displaystyle\lim_{n\to\infty} a_n = \lim_{n\to\infty} c_n = L$, maka:
Tentukan $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{\sin n}{n}$.
Karena $-1 \leq \sin n \leq 1$ untuk semua $n$, kita punya:
Kedua barisan pembatas konvergen ke $0$, sehingga oleh teorema squeeze:
Tentukan $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{n!}{n^n}$.
Penyelesaian: Tulis $n! = 1 \cdot 2 \cdot 3 \cdots n$, sehingga:
Setiap faktor $\dfrac{k}{n} \leq 1$ untuk $k \leq n$. Secara khusus, faktor pertama saja sudah memberikan:
Karena $\dfrac{1}{n} \to 0$, oleh teorema squeeze: $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{n!}{n^n} = 0$.
Interpretasi: Faktorial tumbuh sangat cepat, tapi $n^n$ tumbuh lebih cepat. Ini penting dalam analisis kompleksitas algoritma.
Tentukan $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{\cos^2 n}{2^n}$.
Penyelesaian: Karena $0 \leq \cos^2 n \leq 1$ untuk semua $n$:
Karena $\dfrac{1}{2^n} = \left(\dfrac{1}{2}\right)^n \to 0$ (barisan geometri dengan $r = 1/2 < 1$), maka:
Pola umum: Jika $\{b_n\}$ terbatas dan $a_n \to 0$, maka $a_n \cdot b_n \to 0$. Ini sering disebut sebagai "faktor yang menuju nol mengalahkan faktor terbatas."
Jika $\{a_n\}$ konvergen, maka $\{a_n\}$ terbatas (bounded), yaitu terdapat $M > 0$ sehingga $|a_n| \leq M$ untuk semua $n$.
Kontraposisi: Jika barisan tidak terbatas, maka barisan tersebut pasti divergen.
Konversi dari Teorema 9.3 salah: barisan terbatas belum tentu konvergen. Contoh: $\{(-1)^n\}$ terbatas ($|a_n| \leq 1$) tetapi divergen karena terus berosilasi antara $-1$ dan $1$.
9.3.1 Limit Barisan dan Limit Fungsi
Hubungan penting antara limit barisan dan limit fungsi:
Jika $\displaystyle\lim_{x\to\infty} f(x) = L$ dan $a_n = f(n)$ untuk setiap $n \in \mathbb{N}$, maka $\displaystyle\lim_{n\to\infty} a_n = L$.
Implikasi praktis: Semua aturan limit fungsi (L'Hôpital, aturan aljabar, dll.) berlaku untuk barisan, asalkan barisan dapat ditulis sebagai $a_n = f(n)$ dengan $f$ kontinu.
Jika $\lim_{n\to\infty} f(n) = L$, belum tentu $\lim_{x\to\infty} f(x) = L$. Fungsi $f$ bisa berperilaku buruk di antara bilangan bulat. Misalnya, $f(x) = \sin(\pi x)$ memenuhi $f(n) = 0$ untuk semua $n \in \mathbb{N}$, sehingga $\lim f(n) = 0$, tetapi $\lim_{x\to\infty} \sin(\pi x)$ tidak ada.
(a) $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{\ln n}{n}$: Dengan aturan L'Hôpital pada $f(x) = \dfrac{\ln x}{x}$:
(b) $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{n^2}{e^n}$: Dengan L'Hôpital dua kali pada $f(x) = \dfrac{x^2}{e^x}$:
Secara umum, untuk setiap $k > 0$: $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{n^k}{e^n} = 0$. Eksponensial selalu mengalahkan polinomial.
(a) $\displaystyle\lim_{n\to\infty} n\left(e^{1/n} - 1\right)$: Substitusi $x = 1/n$, sehingga $x \to 0^+$:
Jadi $\displaystyle\lim_{n\to\infty} n\left(e^{1/n} - 1\right) = 1$. Ini sebenarnya mendefinisikan turunan $e^x$ di $x = 0$.
(b) $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{\sqrt{n^2 + n} - n}{1}$: Rasionalisasi:
(c) $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \left(1 + \frac{1}{n}\right)^n = e$. Ini tidak bisa langsung diselesaikan dengan L'Hôpital karena bentuknya $1^\infty$. Namun, dengan mengambil $\ln$ dan L'Hôpital:
Jadi limit logaritmanya adalah $1$, dan limit aslinya adalah $e^1 = e$. Barisan ini begitu penting sehingga kita membahasnya lebih lanjut di Bagian 9.5.4.
9.3.2 Hierarki Pertumbuhan
Dari contoh-contoh di atas, muncul pola penting tentang "kecepatan" barisan menuju $\infty$ atau $0$:
Jika $f(n)$ berada di kiri $g(n)$ dalam hierarki ini, maka $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{f(n)}{g(n)} = 0$. Misalnya: $\dfrac{\ln n}{n} \to 0$, $\dfrac{n}{2^n} \to 0$, $\dfrac{n^3}{n!} \to 0$, dst. Hierarki ini sangat berguna dalam analisis kompleksitas algoritma di ilmu komputer.
9.4 Barisan Monoton dan Terbatas
Teorema berikut memberikan kriteria paling powerful untuk membuktikan konvergensi tanpa perlu mengetahui limitnya terlebih dahulu.
Barisan $\{a_n\}$ dikatakan:
- Monoton naik (increasing) jika $a_{n+1} \geq a_n$ untuk semua $n$
- Monoton naik tegas (strictly increasing) jika $a_{n+1} > a_n$ untuk semua $n$
- Monoton turun (decreasing) jika $a_{n+1} \leq a_n$ untuk semua $n$
- Monoton turun tegas (strictly decreasing) jika $a_{n+1} < a_n$ untuk semua $n$
Setiap barisan yang monoton naik dan terbatas atas konvergen. Demikian pula, setiap barisan yang monoton turun dan terbatas bawah konvergen.
Teorema ini adalah konsekuensi langsung dari aksioma kelengkapan (supremum). Jika $\{a_n\}$ monoton naik dan terbatas atas oleh $M$, maka $\{a_n\}$ memiliki supremum $L = \sup\{a_n\}$, dan dapat ditunjukkan bahwa $a_n \to L$. Ini berbeda dari teorema "konvergen $\Rightarrow$ terbatas" — teorema ini memberikan arah sebaliknya (dengan syarat tambahan monoton).
Tunjukkan bahwa barisan $a_1 = 1$, $a_{n+1} = \sqrt{2 + a_n}$ konvergen.
Langkah 1: Tunjukkan terbatas atas. Klaim: $a_n < 2$ untuk semua $n$. Bukti dengan induksi:
- Basis: $a_1 = 1 < 2$ ✓
- Induksi: Asumsikan $a_k < 2$. Maka $a_{k+1} = \sqrt{2 + a_k} < \sqrt{2 + 2} = \sqrt{4} = 2$ ✓
Langkah 2: Tunjukkan monoton naik. Perhatikan $a_{n+1} - a_n = \sqrt{2 + a_n} - a_n$. Kita tunjukkan ini $\geq 0$:
Karena $a_n < 2$ (terbukti) dan $a_n \geq 1 > -1$, maka $(a_n - 2) < 0$ dan $(a_n + 1) > 0$, sehingga hasil kalinya $\leq 0$. Jadi $a_{n+1} \geq a_n$. ✓
Kesimpulan: $\{a_n\}$ monoton naik dan terbatas atas oleh $2$, maka konvergen. Misalkan limitnya $L$. Maka:
Karena $a_n \geq 1$ untuk semua $n$, maka $L \geq 1$, sehingga $L = 2$. ∎
Tunjukkan bahwa barisan $a_1 = 2$, $a_{n+1} = \dfrac{1}{2}\left(a_n + \dfrac{2}{a_n}\right)$ konvergen dan tentukan limitnya.
Barisan ini adalah iterasi metode Newton untuk menyelesaikan $x^2 - 2 = 0$, yaitu mencari $\sqrt{2}$.
Langkah 1: Terbatas bawah. Oleh AM-GM:
Jadi $a_n \geq \sqrt{2}$ untuk semua $n \geq 2$. Untuk $a_1 = 2 \geq \sqrt{2}$, jadi berlaku untuk semua $n$.
Langkah 2: Monoton turun. Untuk $n \geq 1$:
Karena $a_n \geq \sqrt{2}$ (terbukti), maka $a_n^2 \geq 2$, sehingga $2 - a_n^2 \leq 0$ dan $a_{n+1} - a_n \leq 0$. Jadi $a_{n+1} \leq a_n$. ✓
Kesimpulan: $\{a_n\}$ monoton turun dan terbatas bawah oleh $\sqrt{2}$, maka konvergen. Misalkan limitnya $L$:
(Kita ambil $L = \sqrt{2}$ karena $L \geq \sqrt{2} > 0$.) ∎
Suku-suku pertama: $2,\ 1.5,\ 1.4167,\ 1.414216,\ 1.41421356,\ \ldots$ — konvergensi yang sangat cepat menuju $\sqrt{2} \approx 1.41421356$.
Tunjukkan bahwa barisan $a_1 = 1$, $a_{n+1} = \sqrt{2 + \sqrt{a_n}}$ konvergen.
Terbatas atas: Dengan induksi, tunjukkan $a_n \leq 2$ untuk semua $n$:
- $a_1 = 1 \leq 2$ ✓
- Jika $a_k \leq 2$, maka $a_{k+1} = \sqrt{2 + \sqrt{a_k}} \leq \sqrt{2 + \sqrt{2}} < \sqrt{2 + 2} = 2$ ✓
Monoton naik: Perlu ditunjukkan $\sqrt{2 + \sqrt{a_n}} \geq a_n$, yaitu $2 + \sqrt{a_n} \geq a_n^2$. Untuk $0 \leq a_n \leq 2$, ini dapat diverifikasi secara numerik atau dengan menganalisis fungsi $g(x) = x^2 - \sqrt{x} - 2$ pada $[0,2]$. Karena $g(1) = -2 < 0$ dan $g(2) = 0$, dan $g$ monoton naik pada $[1/\sqrt[3]{4}, 2]$, maka $g(x) \leq 0$ untuk $x \in [1, 2]$, sehingga $a_{n+1} \geq a_n$. ✓
Limit: $L = \sqrt{2 + \sqrt{L}}$, yang diselesaikan secara numerik memberikan $L \approx 1.8312$. ∎
Barisan $a_n = \dfrac{(-1)^n}{n} + \dfrac{1}{n}$ memiliki suku-suku:
Barisan ini tidak monoton (karena bolak-balik), tetapi tetap konvergen ke $0$ karena:
Pelajaran: Monoton + terbatas adalah kondisi cukup untuk konvergensi, bukan kondisi perlu. Banyak barisan konvergen yang tidak monoton.
9.5 Barisan Khusus
9.5.1 Barisan Aritmetika
Barisan aritmetika adalah barisan dengan beda konstan $d$:
| Rumus | Pernyataan |
|---|---|
| Suku ke-$n$ | $a_n = a_1 + (n-1)d$ |
| Jumlah $n$ suku pertama | $S_n = \dfrac{n}{2}(a_1 + a_n) = \dfrac{n}{2}\bigl[2a_1 + (n-1)d\bigr]$ |
| Limit | $\displaystyle\lim_{n\to\infty} a_n = \begin{cases} +\infty, & d > 0 \\ a_1, & d = 0 \\ -\infty, & d < 0 \end{cases}$ |
Barisan aritmetika dengan $d \neq 0$ selalu divergen (menuju $\pm\infty$).
Sebuah pegas ditarik dengan perpanjangan yang membentuk barisan aritmetika: $a_1 = 2\text{ cm}$, beda $d = 0.5\text{ cm}$. Perpanjangan ke-$n$ adalah $a_n = 2 + 0.5(n-1)$ cm. Jelas $a_n \to \infty$, yang secara fisik berarti pegas akhirnya akan melampaui batas elastisitasnya dan putus — ini menunjukkan bahwa model linear (aritmetika) hanya valid untuk rentang $n$ tertentu.
9.5.2 Barisan Geometri
Barisan geometri adalah barisan dengan rasio konstan $r$:
| Kasus | Perilaku | Limit |
|---|---|---|
| $|r| < 1$ | Suku-suku menyusut menuju nol | $\displaystyle\lim_{n\to\infty} a_n = 0$ |
| $r = 1$ | Konstan: $a_n = a_1$ | $\displaystyle\lim_{n\to\infty} a_n = a_1$ |
| $r = -1$ | Osilasi: $a_1, -a_1, a_1, -a_1, \ldots$ | Divergen |
| $r > 1$ | Suku-suku membesar tak terbatas (dengan tanda tetap) | $\displaystyle\lim_{n\to\infty} a_n = \begin{cases} +\infty, & a_1 > 0 \\ -\infty, & a_1 < 0 \end{cases}$ |
| $r < -1$ | Suku-suku membesar tak terbatas dengan osilasi tanda | Divergen (tidak ada limit, bahkan $\pm\infty$) |
(a) Peluruhan radioaktif: Jika setengah hidup suatu unsur adalah $T$ tahun, maka jumlah zat yang tersisa setelah $n$ periode adalah $a_n = a_0 \cdot (1/2)^n$. Ini adalah barisan geometri dengan $r = 1/2 < 1$, sehingga $a_n \to 0$ — zat secara teoritis tidak pernah benar-benar habis, tapi mendekati nol.
(b) Bunga majemuk: Modal awal $M_0$ dengan suku bunga $i$ per periode menghasilkan $a_n = M_0(1+i)^n$. Karena $r = 1+i > 1$, maka $a_n \to \infty$ — modal tumbuh tanpa batas.
(c) Damping osilasi: Amplitudo getaran teredam sering mengikuti $A_n = A_0 \cdot e^{-\alpha n}$, yang ekuivalen dengan barisan geometri dengan $r = e^{-\alpha} < 1$. Getaran mereda menuju nol.
Fakta bahwa $\displaystyle\lim_{n\to\infty} r^n = 0$ untuk $|r| < 1$ adalah alasan mengapa deret geometri $\sum ar^{n-1}$ konvergen ketika $|r| < 1$. Ini akan menjadi fondasi bagi seluruh teori deret di Bab 10–12.
9.5.3 Barisan Fibonacci
Barisan Fibonacci didefinisikan secara rekursif:
Suku-suku pertama: $1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, \ldots$
Untuk setiap $n \geq 1$:
di mana $\varphi = \dfrac{1+\sqrt{5}}{2} \approx 1.618$ disebut rasio emas (golden ratio) dan $\psi = \dfrac{1-\sqrt{5}}{2} \approx -0.618$.
Relasi rekursi $F_{n+2} = F_{n+1} + F_n$ adalah persamaan diferensial linear homogen (versi diskrit). Solusinya dicari dalam bentuk $F_n = r^n$, menghasilkan persamaan karakteristik $r^2 = r + 1$, yaitu $r^2 - r - 1 = 0$ dengan akar-akar $\varphi$ dan $\psi$. Solusi umumnya adalah $F_n = A\varphi^n + B\psi^n$, dan konstanta $A, B$ ditentukan dari $F_1 = F_2 = 1$.
Barisan rasio $\left\{\dfrac{F_{n+1}}{F_n}\right\}$ konvergen ke $\varphi$:
Menghitung beberapa rasio pertama:
Sudah pada suku ke-10, rasio tersebut akurat hingga 3 desimal. Ini menunjukkan konvergensi yang cepat, yang dapat dijelaskan secara formal: karena $|\psi| < 1$, maka $\psi^n \to 0$ sangat cepat, sehingga $F_n \approx \varphi^n/\sqrt{5}$ dan $\dfrac{F_{n+1}}{F_n} \approx \varphi$.
Barisan Fibonacci dan rasio emas muncul di banyak konteks teknik: analisis algoritma (kompleksitas pencarian Fibonacci), arsitektur (proporsi golden ratio), optimasi numerik (metode pencarian Fibonacci), dan bahkan dalam pemodelan pertumbuhan populasi dan struktur tanaman.
9.5.4 Barisan $e$ dan Variasinya
Bilangan $e$ (bilangan Euler, $e \approx 2.71828\ldots$) dapat didefinisikan sebagai limit barisan:
Barisan $a_n = \left(1 + \dfrac{1}{n}\right)^n$ bersifat monoton naik tegas dan terbatas atas oleh $3$, sehingga konvergen. Limitnya didefinisikan sebagai $e$.
(a) $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \left(1 + \frac{1}{2n}\right)^n$: Tulis ulang:
(b) $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \left(1 - \frac{1}{n}\right)^n$: Substitusi $m = -n$:
(c) $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \left(\frac{n+2}{n}\right)^n = \lim_{n\to\infty} \left(1 + \frac{2}{n}\right)^n = \left[\left(1 + \frac{2}{n}\right)^{n/2}\right]^2 \to e^2$
(d) $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \left(1 + \frac{a}{n}\right)^n = e^a$ untuk setiap $a \in \mathbb{R}$. Ini adalah rumus umum yang sangat berguna.
Tentukan $\displaystyle\lim_{n\to\infty} n^{1/n}$.
Penyelesaian: Ambil logaritma natural:
Karena fungsi eksponensial kontinu:
Interpretasi: Meskipun $n$ terus membesar, akar ke-$n$-nya justru mendekati $1$. Secara numerik: $2^{1/2} \approx 1.414$, $10^{1/10} \approx 1.259$, $100^{1/100} \approx 1.047$, $1000^{1/1000} \approx 1.007$.
9.5.5 Barisan $n!$ dan Stirling
Barisan $a_n = n! = 1 \cdot 2 \cdot 3 \cdots n$ tumbuh sangat cepat. Beberapa limit penting:
(a) $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{n!}{n^n} = 0$ (sudah dibuktikan di Contoh 9.4b via squeeze).
(b) $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{a^n}{n!} = 0$ untuk setiap $a \in \mathbb{R}$. Ini dibuktikan dengan menunjukkan bahwa barisan $\frac{a^n}{n!}$ akhirnya monoton turun (karena rasio $\frac{a}{n+1} < 1$ untuk $n > a - 1$) dan terbatas bawah oleh $0$.
(c) Aproksimasi Stirling: Untuk $n$ besar:
Lebih tepatnya: $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{n!}{\sqrt{2\pi n}\,(n/e)^n} = 1$. Aproksimasi ini sangat penting dalam probabilitas dan statistika (misalnya, aproksimasi normal untuk distribusi binomial).
9.6 Subbarisan
Jika $\{a_n\}$ adalah barisan dan $\{n_k\}$ adalah barisan bilangan asli dengan $n_1 < n_2 < n_3 < \cdots$, maka $\{a_{n_k}\}$ disebut subbarisan (subsequence) dari $\{a_n\}$.
Contoh: dari $\{a_n\} = \{1, 4, 9, 16, 25, \ldots\}$, subbarisan suku ganjil adalah $\{a_{2k-1}\} = \{1, 9, 25, 49, \ldots\}$.
Dari barisan $a_n = \dfrac{1}{n} = 1, \dfrac{1}{2}, \dfrac{1}{3}, \dfrac{1}{4}, \dfrac{1}{5}, \dfrac{1}{6}, \ldots$, beberapa subbarisan:
- Suku ganjil: $a_{2k-1} = \dfrac{1}{2k-1} \to 0$
- Suku genap: $a_{2k} = \dfrac{1}{2k} \to 0$
- Suku kuadrat: $a_{k^2} = \dfrac{1}{k^2} \to 0$
- Suku prima: $a_{p_k} = \dfrac{1}{p_k}$ (di mana $p_k$ adalah bilangan prima ke-$k$) $\to 0$, karena $p_k \to \infty$
Semua subbarisan konvergen ke limit yang sama ($0$), konsisten dengan fakta bahwa barisan aslinya konvergen.
Jika $\displaystyle\lim_{n\to\infty} a_n = L$, maka setiap subbarisan juga konvergen ke $L$:
Jika dua subbarisan dari $\{a_n\}$ konvergen ke limit berbeda, maka $\{a_n\}$ divergen.
Kontraposisi dari Teorema 9.8: Jika $\{a_n\}$ divergen, maka tidak semua subbarisan bisa konvergen ke limit yang sama.
(a) Barisan $a_n = (-1)^n$ memiliki subbarisan suku ganjil $\{a_{2k-1}\} = \{-1, -1, -1, \ldots\}$ yang konvergen ke $-1$, dan subbarisan suku genap $\{a_{2k}\} = \{1, 1, 1, \ldots\}$ yang konvergen ke $1$. Karena $-1 \neq 1$, barisan $\{(-1)^n\}$ divergen. ∎
(b) Barisan $a_n = \sin\!\left(\dfrac{n\pi}{2}\right)$ memiliki nilai $1, 0, -1, 0, 1, 0, -1, 0, \ldots$. Tiga subbarisan yang relevan:
- $a_{4k+1} = \sin\!\left(\dfrac{(4k+1)\pi}{2}\right) = \sin\!\left(2k\pi + \dfrac{\pi}{2}\right) = 1 \to 1$
- $a_{4k+2} = \sin\!\left(\dfrac{(4k+2)\pi}{2}\right) = \sin\!\left(2k\pi + \pi\right) = 0 \to 0$
- $a_{4k+3} = \sin\!\left(\dfrac{(4k+3)\pi}{2}\right) = \sin\!\left(2k\pi + \dfrac{3\pi}{2}\right) = -1 \to -1$
Tiga subbarisan dengan tiga limit berbeda $\Rightarrow$ barisan divergen. ∎
(a) Barisan $a_n = n^{(-1)^n}$ memiliki nilai $1, 2, \dfrac{1}{3}, 4, \dfrac{1}{5}, 6, \ldots$. Subbarisan suku ganjil: $a_{2k-1} = \dfrac{1}{2k-1} \to 0$. Subbarisan suku genap: $a_{2k} = 2k \to \infty$. Karena satu subbarisan divergen (ke $\infty$), barisan asli divergen.
(b) Barisan $a_n = \dfrac{1 + (-1)^n \cdot n}{n} = \dfrac{1}{n} + (-1)^n$. Subbarisan ganjil: $\dfrac{1}{2k-1} - 1 \to -1$. Subbarisan genap: $\dfrac{1}{2k} + 1 \to 1$. Karena limit berbeda, barisan divergen.
Setiap barisan terbatas memiliki subbarisan yang konvergen.
Catatan: Teorema ini juga merupakan konsekuensi langsung dari aksioma kelengkapan dan merupakan salah satu teorema paling fundamental dalam analisis real.
Teorema ini memberikan jaminan bahwa "setiap barisan terbatas memiliki setidaknya satu akumulasi poin." Meskipun barisannya sendiri mungkin divergen (seperti $(-1)^n$), selalu ada subbarisan yang "berperilaku baik." Ini menjadi dasar bagi teori kompakness dan banyak hasil fundamental dalam analisis.
9.7 Limit Superior dan Limit Inferior
Untuk barisan yang tidak konvergen, kita masih dapat mendefinisikan dua bilangan yang "mengikat" perilaku barisan dari atas dan bawah.
Misalkan $\{a_n\}$ adalah barisan terbatas. Definisikan:
- Limit superior: $\displaystyle\limsup_{n\to\infty} a_n = \lim_{n\to\infty}\left(\sup_{k \geq n} a_k\right)$
- Limit inferior: $\displaystyle\liminf_{n\to\infty} a_n = \lim_{n\to\infty}\left(\inf_{k \geq n} a_k\right)$
Intuisi: $\limsup a_n$ adalah "limit batas atas yang menyusut" — kita lihat supremum dari ekor barisan ($a_n, a_{n+1}, a_{n+2}, \ldots$), lalu ambil limitnya saat $n \to \infty$.
Hitung $\limsup$ dan $\liminf$ dari $a_n = 1 + \dfrac{(-1)^n}{n}$.
Suku-suku: $a_1 = 0$, $a_2 = 1.5$, $a_3 = 2/3$, $a_4 = 1.25$, $a_5 = 4/5$, $a_6 = 7/6$, $\ldots$
Untuk setiap $n$, ekor $\{a_k : k \geq n\}$ memiliki supremum dan infimum. Perhatikan bahwa:
- Suku genap $a_{2k} = 1 + \dfrac{1}{2k}$: nilai ini menurun menuju $1$ dari atas
- Suku ganjil $a_{2k-1} = 1 - \dfrac{1}{2k-1}$: nilai ini menaik menuju $1$ dari bawah
Jadi untuk ekor yang dimulai di $n$ yang cukup besar, supremumnya adalah suku genap terbesar (yaitu suku genap pertama dalam ekor) dan infimumnya adalah suku ganjil terkecil (yaitu suku ganjil pertama dalam ekor). Keduanya menuju $1$:
Karena $\limsup = \liminf = 1$, barisan ini konvergen ke $1$ — yang memang benar karena $\dfrac{(-1)^n}{n} \to 0$. ∎
Untuk setiap barisan terbatas $\{a_n\}$:
- $\displaystyle\liminf_{n\to\infty} a_n \leq \limsup_{n\to\infty} a_n$
- $\{a_n\}$ konvergen $\iff$ $\displaystyle\liminf_{n\to\infty} a_n = \limsup_{n\to\infty} a_n$, dan dalam hal ini limitnya sama dengan nilai tersebut
- $\displaystyle\limsup_{n\to\infty} a_n$ adalah subbarisan limit terbesar: terdapat subbarisan yang konvergen ke $\limsup a_n$, dan tidak ada subbarisan yang konvergen ke nilai lebih besar
- $\displaystyle\liminf_{n\to\infty} a_n$ adalah subbarisan limit terkecil: terdapat subbarisan yang konvergen ke $\liminf a_n$, dan tidak ada subbarisan yang konvergen ke nilai lebih kecil
(a) $a_n = (-1)^n$: Subbarisan ganjil $\to -1$, genap $\to 1$.
(b) $a_n = \sin\!\left(\dfrac{n\pi}{2}\right)$: Nilainya berulang $1, 0, -1, 0, 1, 0, -1, 0, \ldots$
(c) $a_n = \dfrac{1}{n}$: Barisan konvergen ke $0$, sehingga:
(d) $a_n = 1 + (-1)^n \cdot \dfrac{n}{n+1}$: Suku ganjil $= 1 - \dfrac{2k-1}{2k} = \dfrac{1}{2k} \to 0$. Suku genap $= 1 + \dfrac{2k}{2k+1} \to 2$.
Karena $\liminf \neq \limsup$, barisan divergen — yang sudah kita ketahui dari analisis subbarisan.
(e) $a_n = \dfrac{\cos n}{n}$: Karena $\dfrac{\cos n}{n} \to 0$ (konvergen), maka:
Untuk barisan terbatas $\{a_n\}$ dan $\{b_n\}$, dan konstanta $c \in \mathbb{R}$:
Ketidaksamaan pada sifat penjumlahan bisa ketat — tidak selalu sama. Contoh:
Ambil $a_n = (-1)^n$ dan $b_n = (-1)^{n+1}$. Maka $a_n + b_n = 0$ untuk semua $n$, sehingga $\limsup(a_n + b_n) = 0$. Tapi $\limsup a_n = 1$ dan $\limsup b_n = 1$, sehingga $\limsup a_n + \limsup b_n = 2 > 0 = \limsup(a_n + b_n)$. Ketidaksamaan ketat!
Hitung $\limsup_{n\to\infty} \left(3 + \frac{(-1)^n}{n}\right)$.
Karena $\limsup_{n\to\infty} \dfrac{(-1)^n}{n} = 0$ (barisan konvergen ke $0$) dan konstanta $3 \geq 0$:
Ini konsisten: barisan $3 + \frac{(-1)^n}{n}$ konvergen ke $3$, sehingga $\limsup = \liminf = 3$.
9.8 Barisan Cauchy
Barisan $\{a_n\}$ disebut barisan Cauchy jika untuk setiap $\varepsilon > 0$ terdapat $N$ sehingga:
Intuisi: suku-suku barisan "semakin berdekatan" satu sama lain seiring $n$ bertambah.
Dalam definisi $\varepsilon$-$N$ biasa, kita membandingkan $a_n$ dengan limit yang sudah diketahui $L$. Dalam definisi Cauchy, kita membandingkan suku-suku antar sesamanya — tidak perlu tahu limitnya. Inilah kekuatan konsep Cauchy: ia memungkinkan kita membicarakan konvergensi tanpa menyebut limitnya.
Tunjukkan bahwa $a_n = \dfrac{1}{n}$ adalah barisan Cauchy.
Bukti: Untuk $\varepsilon > 0$, pilih $N$ sehingga $\dfrac{1}{N} < \varepsilon/2$, misalnya $N = \lceil 2/\varepsilon \rceil + 1$. Maka untuk $m, n \geq N$ (asumsikan $m \geq n$ tanpa mengurangi keumuman):
Tunjukkan bahwa barisan jumlah parsial harmonik $a_n = \displaystyle\sum_{k=1}^{n} \dfrac{1}{k}$ bukan barisan Cauchy.
Bukti: Perhatikan bahwa untuk setiap $n$:
Jadi untuk $\varepsilon = 1/2$, tidak ada $N$ yang memenuhi syarat Cauchy, karena untuk setiap $N$ kita bisa ambil $n = N$ dan $m = 2N$ untuk mendapatkan $|a_m - a_n| \geq 1/2$. ∎
Implikasi: Karena barisan ini bukan Cauchy, maka barisan ini divergen — yaitu deret harmonik $\sum \frac{1}{k}$ divergen. Ini adalah preview dari Bab 10: uji Cauchy untuk barisan jumlah parsial menjadi salah satu cara utama untuk membuktikan divergensi deret.
Sebuah barisan $\{a_n\}$ konvergen jika dan hanya jika barisan tersebut adalah barisan Cauchy.
Teorema ini sangat penting karena memungkinkan kita membuktikan konvergensi tanpa mengetahui limitnya. Ini adalah ekuivalen lain dari aksioma kelengkapan — pada sistem bilangan yang tidak lengkap (seperti $\mathbb{Q}$), ada barisan Cauchy yang tidak konvergen. Misalnya, barisan rasional yang mendekati $\sqrt{2}$ adalah Cauchy di $\mathbb{Q}$ tetapi tidak konvergen di $\mathbb{Q}$.
Tunjukkan bahwa barisan $a_1 = 1$, $a_{n+1} = \sqrt{2 + a_n}$ (dari Contoh 9.6) adalah barisan Cauchy tanpa menggunakan Teorema Monoton Terbatas.
Bukti (sketsa): Karena kita sudah tahu barisan ini monoton naik dan terbatas atas oleh $2$, maka untuk $m > n$:
Ini adalah sisa dari barisan selisih positif $\{a_{k+1} - a_k\}$. Dapat ditunjukkan bahwa $a_{k+1} - a_k \leq \dfrac{1}{2^k}$ (melalui estimasi Lipschitz dari $\sqrt{2+x}$), sehingga:
Untuk $\varepsilon > 0$, pilih $N$ sehingga $1/2^{N-1} < \varepsilon$, yaitu $N > 1 - \log_2 \varepsilon$. Maka untuk $m, n \geq N$: $|a_m - a_n| < \varepsilon$. ∎
Catatan: Dalam praktiknya, biasanya lebih mudah menggunakan Teorema Monoton Terbatas langsung. Contoh ini hanya untuk menunjukkan bahwa pendekatan Cauchy juga memungkinkan.
9.9 Ringkasan Kriteria Konvergensi
Bab ini telah memperkenalkan beberapa cara untuk membuktikan konvergensi barisan. Berikut ringkasan hierarkinya:
| Metode | Syarat | Perlu Tahu Limit? | Contoh Khas |
|---|---|---|---|
| Definisi $\varepsilon$-$N$ | Harus menebak $L$ dulu | Ya | $\frac{1}{n} \to 0$, $r^n \to 0$ |
| Aturan aljabar | Barisan penyusun konvergen | Ya (implisit) | $\frac{3n^2-n}{5n^2+2n} \to \frac{3}{5}$ |
| Teorema Squeeze | Ada pembatas yang konvergen | Ya | $\frac{\sin n}{n} \to 0$, $\frac{n!}{n^n} \to 0$ |
| Limit fungsi / L'Hôpital | $a_n = f(n)$ dengan $\lim_{x\to\infty} f(x)$ ada | Tidak langsung | $\frac{\ln n}{n} \to 0$, $\frac{n^2}{e^n} \to 0$ |
| Monoton Terbatas | Monoton + terbatas | Tidak! | Barisan rekursif $\sqrt{2+a_n}$ |
| Kriteria Cauchy | Suku-suku semakin dekat | Tidak! | Bukti konvergensi "murni" |
| $\liminf = \limsup$ | Limit superior = inferior | Tidak langsung | Verifikasi konvergensi |
Dalam memecahkan masalah, urutan yang direkomendasikan adalah:
- Coba aturan aljabar dulu — paling cepat untuk barisan rasional, geometri, dll.
- Coba L'Hôpital — untuk bentuk yang melibatkan $\ln$, eksponensial, atau bentuk tak tentu.
- Coba Squeeze — jika ada faktor osilasi (sin, cos, $(-1)^n$) dikalikan faktor yang $\to 0$.
- Gunakan Monoton Terbatas — untuk barisan rekursif di mana limitnya tidak obvious.
- Gunakan definisi $\varepsilon$-$N$ — hanya jika diminta secara eksplisit atau untuk barisan dasar yang menjadi "building block."
- Tentukan apakah barisan berikut konvergen atau divergen. Jika konvergen, tentukan limitnya:
- $a_n = \dfrac{3n^2 - n + 1}{5n^2 + 2n}$
- $a_n = \dfrac{2^n}{3^n}$
- $a_n = \sqrt{n+1} - \sqrt{n}$
- $a_n = \left(1 + \dfrac{1}{n}\right)^n$ (petunjuk: limitnya adalah $e$)
- $a_n = \dfrac{(-1)^n \cdot n^2}{n^2 + 1}$
- $a_n = \dfrac{\ln(n^2 + 1)}{n}$
- $a_n = n \sin\!\left(\dfrac{1}{n}\right)$ (petunjuk: substitusi $x = 1/n$)
- Buktikan secara formal ($\varepsilon$-$N$) bahwa:
- $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{1}{n^2} = 0$
- $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{3n+1}{7n-2} = \frac{3}{7}$
- Tunjukkan bahwa barisan $a_1 = 2$, $a_{n+1} = \dfrac{1}{2}\left(a_n + \dfrac{2}{a_n}\right)$ monoton turun dan terbatas bawah oleh $\sqrt{2}$. Tentukan limitnya.
- Tunjukkan bahwa barisan $a_1 = 1$, $a_{n+1} = \dfrac{1}{3}(2a_n + \dfrac{1}{a_n^2})$ konvergen dan tentukan limitnya. (Petunjuk: barisan ini adalah metode Newton untuk $\sqrt[3]{1}$.)
- Hitung $\limsup$ dan $\liminf$ dari barisan berikut:
- $a_n = 1 + (-1)^n \cdot \dfrac{n}{n+1}$
- $a_n = \cos\!\left(\dfrac{n\pi}{3}\right)$
- $a_n = \dfrac{2 + \sin n}{n}$
- Tunjukkan bahwa barisan $a_n = \sum_{k=1}^{n} \dfrac{1}{k}$ (barisan jumlah parsial harmonik) bukan barisan Cauchy, dengan menunjukkan $|a_{2n} - a_n| \geq \dfrac{1}{2}$ untuk semua $n$. Apa implikasinya untuk deret harmonik?
- Buktikan bahwa jika $\{a_n\}$ konvergen ke $L > 0$, maka terdapat $N$ sehingga $a_n > 0$ untuk semua $n \geq N$.
- Tunjukkan menggunakan rumus Binet bahwa $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{F_{n+1}}{F_n} = \frac{1+\sqrt{5}}{2}$.
- Hitung limit berikut:
- $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \left(1 + \frac{3}{n}\right)^{2n}$
- $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \left(\frac{n-1}{n+1}\right)^n$
- $\displaystyle\lim_{n\to\infty} \frac{(n!)^2}{(2n)!}$ (petunjuk: gunakan aproksimasi Stirling atau squeeze)
- (Soal tantangan) Tunjukkan bahwa barisan $a_1 = \sqrt{2}$, $a_{n+1} = \sqrt{2}^{\,a_n}$ (yaitu tumpukan eksponensial $\sqrt{2}^{\sqrt{2}^{\sqrt{2}^{\cdot^{\cdot^{\cdot}}}}}$ dengan $n$ lapis) konvergen. Tentukan limitnya. (Petunjuk: tunjukkan monoton naik dan terbatas atas oleh $2$, lalu selesaikan $L = \sqrt{2}^L$.)
- (Soal tantangan) Jika $\{a_n\}$ dan $\{b_n\}$ keduanya barisan Cauchy, tunjukkan bahwa $\{a_n + b_n\}$ juga barisan Cauchy. Apakah $\{a_n \cdot b_n\}$ juga pasti Cauchy? Berikan bukti atau contoh counter.